Di post sebelumnya saya membahas tentang series Ted Lasso, yang cukup menarik perhatian saya dikarenakan parodi skitnya di NBC untuk promosi Liga Inggris. Mengikuti berita dan update Ted Lasso hingga award yang didapatkan, membuat saya penasaran akan series lain yang juga mendominasi Golden Globe Awards serta Primetime Emmy Awards selama beberapa tahun terakhir, yakni Succession. Series ini berhasil mendominasi berbagai macam kategori, namun yang lebih menarik perhatian saya adalah fakta bahwa mereka bisa mendapatkan beberapa nominasi sekaligus di dalam satu kategori, contohnya seperti Jeremy Strong dan Kirian Culkin di Best Actor atau Nicholas Braun, Matthew Macfadyen, dan Alexander Skarsgard di Best Supporting Actor. Banyaknya rekognisi yang didapatkan juga menunjukan bahwa Succession merupakan drama yang memiliki kualitas baik dan worth to watch. Saya pun mengakui hal tersebut dan berani mengatakan bawah ini merupakan salah satu series terbaik yang pernah saya ikuti.

Succession sendiri merupakan series dengan genre satirical black comedy yang dibuat oleh Jesse Armstrong, sosok yang memang cukup berpengalaman dalam menghasilkan karya di genre tersebut. Series ini di ditayangkan di HBO serta platform streamingnya yakni HBO GO selama 4 season dari tahun 2018 hingga 2024. Succession sendiri bercerita tentang Logan Roy, yang datang ke Amerika saat jaman perang dunia 2 dan berhasil membangun perusahaan bernama Waystar Royco. Banyak penonton yang menganalogikan keluarga Roy seperti keluarga konglomerat yang memegang kontrol di banyak industri besar, terutama di bidang media. Dimana mereka akan memiliki kendali tidak langsung terhadap pemerintahan melalui berita-berita yang mereka sajikan, serta mempermainkan koneksi-koneksi bisnis yang ada untuk mempengaruhi perekonomian negara. Perusahaan ini juga merupakan perusahaan keluarga yang kekuasaan dan posisi strategisnya cenderung akan diberikan kepada anggota keluarga tersebut. Fokus ceritanya pun membahas tentang pengalihan kekuasaan dari Logan Roy yang mengalami isu kesehatan, kepada 3 anak Logan, yakni Kendall, Siobhan (Shiv), serta Roman. Ada juga Connor yang merupakan anak pertama, namun tidak tertarik dalam kompetisi kekuasaan ini dan lebih memilih untuk menjadi politisi.
Melihat perebutan kekuasaan menjadi topik utama, 3 karakter utama kakak beradik ini sama-sama diperlihatkan akan kelebihan dan kekurangan yang unik, sehingga cukup sulit bagi penonton untuk menebak siapa yang akhirnya akan mendapatkan posisi tersebut. Tidak jarang juga series ini memperlihatkan betapa greedynya mereka terhadap kekuasaan (bahkan uang mungkin sudah tidak jadi pertimbangan utama lagi). Namun uniknya, dibalik itu mereka tetap keluarga yang peduli dan saling menyayangi walau tidak secara eksplisit diperlihatkan.

Sekilas dari segi premis cerita, memang tidak begitu unik karena cukup banyak series yang membawa tema yang serupa. Namun hal yang menurut saya menonjol dari series ini adalah kombinasi dari berbagai aspek yang membuat cerita ini terasa begitu nyata. Mulai dari acting pemain utama dan pendukung yang luar biasa, betapa naturalnya interaksi antar karakter, penyampaikan dialog yang pas, script yang terasa real hingga beberapa detail mulai dari setting tempat, cinematography, original score, ekspresi atau mimik wajah karakter di scene tertentu, hingga beberapa hidden message yang begitu melengkapi sempurnanya series ini.
Cukup banyak hal yang sebetulnya bisa saya bahas, namun di tulisan kali ini saya akan lebih membahas mengenai beberapa karakter yang diperankan dengan sangat baik oleh para aktor dan aktrisnya, sehingga mampu memiliki presence yang setara kuatnya di sepanjang series ini. Saya memang bukan ahli atau tidak memahami betul terkait bermain peran atau akting, namun sebagai penonton saya betul betul mengapresiasi kinerja dari para aktor ini sehingga dapat membuat masing-masing karakternya menjadi ikonik. No wonder jika kita melihat nominasi award untuk series, maka aktor dari Succession dengan mudah mendominasi kategori ini.
Brian Cox as Logan Roy

Logan no doubt merupakan karakter terkuat sepanjang series ini. Jika diperhatikan, cukup banyak dialog yang satire (bahkan one liner) dari Logan yang membuat karakter ini cukup memorable. Logan Roy digambarkan sebagai seorang businessman ahli namun memang sudah tidak terlalu fit, sehingga banyak keputusan yang janggal dan tidak bisa ditebak datang dari Logan. Menurut saya, beberapa plot twist dari series ini memang tidak berasal dari keseluruhan cerita di suatu episode, melainkan dari omongan serta gerak gerik Logan Roy yang membuat anak-anaknya serta staff perusahaannya juga bingung dan sulit memahaminya. Selain itu, walaupun Logan memiliki cara yang berbeda dalam berkomunikasi dengan masing-masing anaknya, menurut saya series ini berhasil membuat anak-anaknya berada di level yang ‘setara’ di mata Logan. Dalam artian penonton pun tidak bisa menebak siapa anak yang sebetulnya Logan paling percaya.
Jeremy Strong as Kendall Roy

Dari keempat anak Logan Roy, menurut saya Kendall memang pantas dijadikan karakter utama dalam perebutan kekuasaan ini. Jika dibandingkan dengan saudara lainnya, Kendall terlihat seperti seseorang yang memiliki pengalaman yang mumpuni di dunia bisnis. Namun uniknya, sejak awal season sebetulnya Kendall diperlihatkan seperti orang yang justru tidak capable, terlepas dari pengalamannya. Saya merasa Jeremy Strong sangat apik dalam memerankan Ken karena cukup banyak momen yang membuat saya tidak nyaman hanya karena pembawaan Kendall Roy saat berbicara. Jeremy Strong sangat mampu menunjukan karakter yang sungguh paranoid dan secara konsisten membutuhkan validasi. Ditambah dengan historical addictionnya terhadap drugs, seluruh penggambaran karakter tersebut secara konsisten digambarkan Jeremy Strong dengan baik hingga episode terakhir.
Kieran Culkin as Roman Roy

Dari keempat kakak beradik di Roy family, karakter Roman merupakan sosok yang amat sangat membutuhkan validasi sang ayah, bahkan lebih dibandingkan Ken. Roman juga merupakan karakter yang tidak bisa ditebak, terutama untuk tingkah serta langkah selanjutnya. Ia seringkali melakukan tindakan yang diluar nalar dan tidak bisa dipahami, namun disatu sisi ia tetap memiliki ambisi yang tinggi. Sayangnya, kombinasi dari karakteristik tersebutlah yang membuat Roman seringkali gegabah dalam mengambil keputusan, sehingga memberikan dampak negatif yang cukup signifikan terhadap perusahaan. Roman pun tidak peduli karena perasaan neglected yang menempel di dirinya dari kecil hingga dewasa membuatnya melakukan segala cara untuk mendapatkan perhatian ayahnya. Karakter ini diperankan oleh Kieran Culkin, yang bisa dibilang sosok aslinya memiliki watak serta cara bicara yang sangat mirip dengan Roman Roy. Hal ini terlihat dari saat Kieran menerima beberapa award atas perannya sebagai Roman, banyak yang melihat bahwa sosok yang sedang melakukan speech di panggung, tidak ada bedanya dengan Roman Roy. Saya melihat ini sebagai suatu keuntungan untuk Kieran, sehingga mampu memerankan Roman dengan sempurna.
Sarah Snook as Siobhan (Shiv) Roy

Sebagai satu-satunya anak perempuan Logan, menurut saya Sarah Snook sangat mampu membuat karakter Shiv iconic dan tidak tertutupi sama sekali oleh karakter lainnya. Hal ini menarik karena Shiv merupakan karakter yang justru tidak terlibat sejak awal dalam hal penerusan kekuasaan, karena Shiv fokus bekerja di dunia politik dan sudah cukup memiliki nama yang baik di bidangnya. Namun seiring berjalannya waktu, Logan menunjukan kepercayaannya serta peluang untuk Shiv dalam mengikuti ‘pertarungan’ antar saudara ini. Mulai saat itu, kita bisa melihat ambisiusnya Shiv dalam mencapai posisi tertentu (terutama CEO), bahkan saya pribadi terkadang lupa bahwa dibandingkan kedua saudaranya, Shiv sama sekali tidak memiliki pengalaman di dunia bisnis. Hal yang menjadi kekuatannya adalah kemampuan bernegosisasi yang ternyata juga tidak cukup. Terbukti bahwa ada momen dimana Shiv memegang kendali akan perusahaan, namun hasilnya tidak berjalan dengan baik dan dengan mudahnya Shiv dikontrol oleh saudaranya sendiri.
Matthew Macfadyen as Tom Wambsgans

Karakter Tom Wambsgans adalah karakter tipikal dimana ia menikahi Perempuan dari keluarga konglomerat (Shiv) dan berusaha untuk mendapatkan kekuasaan yang setara dengan anggota keluarga lainnya. Awalnya hal tersebut memungkinkan, dikarenakan Shiv yang tidak tertarik masuk ke dunia bisnis. Namun things got complicated ketika Shiv tiba-tiba tergiur akan tawaran kekuasaan sehingga memutuskan untuk ikut ‘berperang’ dengan saudara-saudarannya. Meskipun demikian, secara implisit sebetulnya Tom memiliki power yang cukup signifikan walaupun dengan statusnya yang bukan keluarga kandung. Hal ini dikarenakan Tom dipercaya untuk memegang perusaahan media Waystar yang berperan amat sangat penting untuk hubungan perusahaan dengan negara.
Selain itu, dinamika hubungan antara Tom dan Shiv juga menarik, karena penonton dibuat untuk terus berfikir apa intensi sebenarnya dari hubungan mereka selama ini. Saya pribadi tidak melihat bahwa ini sesederhana Tom yang ingin climbing the ladder dengan memanfaatkan keluarga istrinya. Somehow ada perasaan peduli, protektif, serta pemahaman mendalam antara satu sama lain yang membuat mereka terlihat seperti ditakdirkan untuk bersama. Namun disatu sisi, terlihat juga bahwa hubungan mereka amat sangat painful jika terus dipertahankan.

Nicholas Braun as Greg Hirsch

Jika ditanya siapa karakter favorite saya, saya bisa menyebutkan nama Greg Hirsch atau bagi Sebagian orang melihatnya sebagai Greg Roy. Saya ingat betul saat episode pertama dan sosok Greg muncul, saya tidak mengira bahwa ia merupakan salah satu main cast karena statusnya sebagai keponakan. Selain itu, seluruh gerak gerik, nada bicara, ditambah juga dengan dialog serta penggambaran karakter, membuat karakter Greg amat sangat painful (bahkan sudah melewati level cringe) untuk ditonton. Tidak jarang saya sebagai penonton mengharapkan Greg untuk diam dan pergi, karena presencenya memang berhasil membuat kesan disturbing yang ditunjukan lewat image bodoh dan polos yang dimiliki. Meskipun begitu, Greg punya kecerdasannya sendiri yang saking tidak terlihatnya, banyak memegang kendali akan momen-momen besar yang terjadi di Waystar Royco. Tidak heran bahwa meskipun terlihat mengganggu, tidak pernah sekalipun keluarga Logan betul-betul membuang Greg. Aliansi antara Tom dan Greg juga menurut saya merupakan salah satu highlight dari series ini, interaksi mereka (yang mostly questionable) justru membuat dinamika ceritanya semakin menarik dan juga menghibur.
I can go on and on about the casts, karena tidak hanya main cast, the other supporting cast atau bahkan guest cast yang muncul hanya di beberapa season/episode juga mampu menunjukan karakter yang kuat. The whole dynamic of the story serta penggambaran karakter yang sangat sesuai membuat kita percaya bahwa keluarga ini seakan-akan ada di dunia nyata. Hanya dengan melihat karakternya saling berinteraksi dan berbisnis, hal tersebut memberikan kesan realistis dan amat sangat mungkin (atau bahkan sudah) terjadi dan mampu dilakukan oleh keluarga-keluarga yang berkuasa di belahan dunia manapun.
Sekilas, Succession juga terlihat tidak memiliki plot yang unik, ditambah dengan setting ‘dunia kerja’ atau ‘keluarga kaya’ yang tidak mengandalkan terlalu banyak produksi yang heboh. Namun menurut saya, justru hal tersebut yang menjadi daya tariknya. Mereka berhasil menghasilkan kualitas yang baik dari segi writing, acting, directing, production, serta detil yang berkaitan dengan jalannya dunia bisnis dari bisnis keluarga. Secara keseluruhan, saya sangat memuji drama ini dan betul-betul merekomendasikannya kepada Anda yang tertarik dengan series genre satire dengan lingkup perusahaan di keluarga konglomerat.






































