2022 adalah tahun dimana saya tidak terlalu banyak menonton series khususnya drama korea. Entah kenapa akhir-akhir ini saya merasa begitu banyak drama korea on going yang cuplikannya lalu lalang di media sosial. Hal ini membuat saya kurang tertarik untuk mengikuti episodenya (walaupun ceritanya banyak yang menarik) karena tanpa menonton pun, saya sudah tahu jalan ceritanya lewat potongan video yang beredar.
Namun ada satu drama korea yang saya (dan Ayah saya) cukup tertarik untuk ikuti, yakni Reborn Rich, drama JTBC yang tayang pada akhir 2022.

Sebelum membahas tentang Reborn Rich, saya ingin terlebih dahulu membahas drama keluaran JTBC yang menurut saya punya pattern unik. Untuk ukuran drama series dari saluran TV kabel di Korea, JTBC masih sering kalah dengan saingan besarnya, TVN. Sepemahaman saya, rating drama TV Kabel di korea tidak akan memiliki rating setinggi drama di TV Nasional (KBS, SBS, dll). Dengan kondisi seperti ini, jika ada drama dari TV kabel memiliki rating tinggi (diatas 15%), maka drama tersebut akan terbilang sangat sukses. Karena bisa dibilang proporsi pemilik akses TV kabel (yang jauh lebih sedikit dibandingkan TV Nasional), memiliki proporsi/rating tinggi untuk penonton drama tersebut.
JTBC sendiri seringkali bersaing dengan saluran TV kabel lainnya, yakni TVN dalam hal rating drama yang ditayangkan. Namun jika diurutkan rating drama dari TV kabel di korea, bisa dibilang top 5 bahkan top 3 nya selalu didominasi oleh JTBC, yakni Sky Castle, The World of the Married, Itaewon Class, sampai Reborn Rich. Selanjutnya barulah drama-drama dari TVN yang biasanya di pimpin oleh CLOY, Reply 1988, hingga Hospital Playlist.
Reborn Rich sendiri bercerita tentang Yoon Hyeon Woo, seorang karyawan loyal dari perusahaan besar Soonnyang Group yang mendapatkan kesempatan untuk lahir kembali ke tahun 80an menjadi cucu termuda dari group keluarga Soonyang, Jin Do Jun. Yoon Hyeon Woo yang melihat Soonyang berkembang menjadi perusahaan yang berada di kepempimpinan yang salah, bertekad untuk mengubah keadaan saat dirinya diberi kesempatan hidup sebagai Jin Do Jun. Konflik antar anggota keluarga, perebutan kekuasaan, jual beli saham, hingga kisah dibalik keterkaitan konglomerat dengan pemerintahan diceritakan dengan cukup menarik di drama ini.

Hal unik lain yang saya sadari adalah saat pertama saya menghabiskan episode pertama drama ini, saya betul-betul tidak menyadari bahwa genre drama ini adalah fantasi. Cukup membingungkan di awal, namun latar dan setting era 80an yang muncul di akhir episode pertama sangat menarik bagi saya. Walaupun sama dengan penonton yang lain, saya cukup bingung kemana alur cerita ini akan dibawa. Sebetulnya pun bukan hal aneh jika drama korea mengangkat tema reinkarnasi, karena konsep kesempatan untuk hidup di kehidupan selanjutnya merupakan hal yang saya rasa cukup diyakini oleh sebagian besar warga korea.
Cukup banyak opini saya mengenai drama ini, namun secara garis besar saya ingin membahas terkait acting para pemain (well mostly akan ada di Lee Seung Min), alur cerita, dan juga genre/konsep dari drama ini.
Sedikit intermezzo, saat saya menulis ulasan ini, salah satu pemeran utama Reborn Rich sedang hangat-hangatnya dibahas netizen, yakni Song Joong Ki. Sebagai disclaimer, di ulasan ini saya tidak akan membahas apapun terkait kehidupan pribadi sang aktor.
Jadi kalau berbicara tentang actingnya, entah saya yang kurang banyak menonton karya SJK, saya merasa ini salah satu series yang acting SJK amat sangat “kebanting” dengan main lead lainnya, Lee Seung Min. Selama ini kita melihat SJK mampu memerankan peran iconic di dramanya yang hits, seperti DOTS ataupun Vincenzo. Ketika membicarakan kedua drama tersebut, sontak yang orang-orang akan ingat adalah sosok pemeran utamanya.
Kali ini di reborn rich, proporsi scene dan dialog tetap didominasi oleh SJK. Ditambah lagi SJK perlu memerankan 2 tokoh yang berbeda di masa waktu yang berbeda pula. Namun presence dari SJK, bisa dibilang kalah oleh Lee Seung Min yang bahkan tidak muncul sampai akhir episode.

Di drama ini, Lee Seung Min berperan sebagai Jin Yeong Chul, pemimpin sekaligus pendiri dari Soonyang Group, salah satu group perusahaan besar yang berperan penting dalam perekonomian Korea Selatan di era tahun 80an hingga saat ini. Jin Yeong Chul merupakan pebisnis sejati, yang akan menggunakan akal dan taktiknya untuk menaklukan para pesaingnya. Hal yang saya tangkap adalah Jin Yeong Chul tidak ingin Soonyang jatuh ke tangan yang salah. Berdasarkan kesepakatan, tahta kepemimpinan akan jatuh kepada anak pertama serta cucu pertama. Melihat kapabilitas anak-anaknya, terlihat Jin Yeong Chul belum memiliki kepercayaan penuh untuk menurunkan Soonyang Group, sampai hadir sosok Jin Do Jun.
Walapun demikian, dinamika hubungan dan scene yang memunculkan kakek & cucu ini juga merupakan salah satu faktor penting yang membuat drama ini menarik. Dalam dramanya, terlihat betul perkembangan hubungan mereka, dari yang tidak diakui hingga menjadi andalan sang kakek. Kepercayaan yang ditimbulkan pada akhirnya dapat menekankan bahwa sosok Jin Yeong Chul bukanlah sosok jahat, namun hanya seorang pebisnis murni yang tau cara mendapatkan untung sebesar-besarnya dan mempertahankan martabat Soonyang Group.

Kembali ke sosok Lee Seung Min, yang merupakan salah satu aktor senior di korea ini memiliki perjalanan karir yang cukup unik. Karena di usianya yang menginjak 54 tahun, saya baru menyadari bahwa Lee Seung Min baru mendapatkan peran main lead di usianya yang memasuki kepala 4. Mulai dari Misaeng, Spy Gone North, The Man Standing Next, Mr. Zoo, etc, hampir semua drama & filmnya memiliki track record yang baik.
Sosok Jin Yeong Chul hanya muncul hingga episode 14, namun presence Lee Seung Min, dari gesture tubuhnya, cara & suaranya berbicara, ditambah dengan dialog-dialog yang sebetulnya juga tidak terlalu sulit dicerna namun banyak yang diantaranya membuat penonton berfikir, sangat memperkuat pengaruh Lee Seung Min dalam keberhasilan eksekusi cerita Reborn Rich. Mungkin saya tidak banyak menonton korean drama di 2022, namun sepertinya belum ada aktor yang mendapatkan “buzz” seperti Lee Seung Min. Buzz yang biasa muncul adalah karena aktor/aktris tertentu menunjukan penampilan yang luar biasa, namun sejauh ini hanya Lee Seung Min yang netizen harap mendapatkan Daesang (grand prize dalam malam penganugerahan/awards show) untuk Reborn Rich.

Selanjutnya terkait dengan genre atau konsep dari drama ini sendiri yang sebetulnya mirip dengan selayaknya drama dengan setting 80an pada umumnya. Namun yang menarik adalah karena Jin Do Jun yang dilahirkan kembali di era jauh sebelum Yeon Hyeon Woo lahir. Sekilas memang mirip dengan alur cerita dengan tema time travel, yakni karena sudah terjadi di masa depan, kita bisa menganitisipasi atau memprediksi hal yang nantinya akan terjadi. Namun yang menarik disini adalah keterkaitan cerita masa lalu dengan kondisi korea sesungguhnya, ada pembahasan mengenai reuni Seo Taiji, prediksi World Cup 2022 dimana Korea Selatan berhasil memasuki Semi Final, serta konflik politik & pemerintahan yang terjadi di masa-masa pemberontakan. Terlebih lagi, Soonyang Group juga dianalogikan sebagai salah satu perusahaan besar yang masih bertahan di korea hingga saat ini. Lebih spesifik lagi Soonyang Group dan kondisi di dalamnya dianggap menggambarkan salah satu perusahaan teknologi besar yang berasal dari korea selatan. Hal ini yang membuat drama Reborn Rich cukup relate dengan berbagai rentang usia. Mau tua ataupun muda, banyak kejadian dan momen besar yang sudah terjadi di korea selatan, hanya saja Jin Do Jun memanfaatkan momen-momen ini untuk meraih tujuannya dalam mengambil alih Soonyang Group.

*disclaimer: might contain spoiler.
Acting para pemain yang cukup apik, latar dan setting drama era korea masa lalu yang sangat relatable, sayangnya perlu sedikit “diganggu” dengan ending yang dianggap kurang memuaskan bagi sebagian besar penonton, termasuk saya (dan Ayah saya :)). Dengan build up cerita yang cukup kompleks di 14 episode, banyak penonton yang berharap Jin Do Jun lah yang mengakhiri cerita Reborn Rich dengan memenangkan pengambilan kekuasaan di Soonyang Group. Namun yang terjadi adalah di episode 16, Yoon Hyeon Woo yang diasumsikan sudah tewas di episode pertama, kembali hidup (dari kondisi koma) dan melanjutkan perjalanan Jin Do Jun melalui tubuh Yoon Hyeon Woo.
Saya rasa sebetulnya hal ini masih make sense untuk dilakukan. Selama tujuan akhirnya tercapai (mengambil alih kekuasaan Soonyang) terlepas siapapun yang menjalani, entah Jin Do Jun atau Yoon Hyeon Woo. Tapi saya rasa ini salah satu hal yang seringkali terjadi di drama korea, yakni build up yang cukup panjang dan intens, terkadang ditutup dengan ending yang antiklimaks. Hal yang sama terjadi dengan drama JTBC yang booming sebelum2nya, World of the Married dengan open ending dari nasib anak pemeran utama, serta Sky Castle yang saking populernya ditambahkan beberapa episode yang pada akhirnya ditutup dengan pemeran utama yang kembali menjadi antagonis.
Khusus untuk 2 drama tadi, walaupun endingnya mengecewakan, penonton jarang membahas hal tersebut karena mungkin alur cerita yang sudah cukup kuat. Namun Reborn Reach mendapatkan treatment yang cukup berbeda, bahkan dinobatkan sebagai drama korea dengan ending terburuk sepanjang masa. Entah karena memang temanya adalah balas dendam, namun karena ending yang mengecewakan, seakan-akan usaha balas dendam yang dilakukan sebelumnya menjadi sia-sia.
Secara keseluruhan, saya tetap menikmati drama ini. Poin terkuat tetap ada di akting Lee Seung Min, dan konsep era 80an yang mereka angkat. Selain itu, untuk ukuran drama dengan cerita yang kompleks dan juga menggunakan banyak term bisnis & jual beli saham, drama ini tidak membuat penontonnya pusing namun justru membuat penonton yang awam menjadi paham akan topik ini.
