Di post kali ini saya akan membahas sebuah series yang amat sangat melekat di diri saya. Series ini merupakan satu-satunya series yang saya tonton ulang seluruh episodenya (kecuali Season terakhir – 9) lebih dari belasan kali. Banyak dialog, lirik OST, alur cerita yang secara tidak sadar saya cukup hafal di luar kepala. Saya bisa bilang bahwa series ini adalah salah satu comfort series saya dalam konteks non korean drama.
Pertama kali menonton series ini adalah saat saya SMP, dimana channel TV kabel yang paling sering saya tonton adalah Star World (saat ini namanya berubah menjadi Fox Life) dan beberapa series US yang saat itu sedang tayang salah satunya adalah How I Met Your Mother (HIMYM). Saya tertarik untuk menontonnya karena saya menganggap konsep series ini cukup unik, dimana series ini merupakan cerita flashback sang Ayah, tentang – seperti judulnya – bagaimana sang Ayah bertemu istrinya, yakni Ibu dari anak-anaknya.

Membahas series ini tidak bisa lepas dari perbandingannya dari series yang jauh lebih sukses dan lebih hits (ya, saya pun mengakui hal tersebut) yakni Friends. Saya pribadi sudah menonton semua episode dari kedua series ini, dan saya menyukai kedua series ini. Disatu sisi saya paham kenapa series ini seringkali dibandingkan, namun disisi lain menurut saya tetap ada beberapa hal yang membuat series ini sebetulnya berbeda satu sama lain.
Hal yang persis sama dan menurut saya juga cukup obvious adalah cerita kedua series ini berkisar tentang a group of friends yang tinggal di kota New York, hangout bersama di suatu tempat secara rutin dan selalu duduk di meja yang sama, masing-masing memiliki kisahnya sendiri terutama dalam urusan cinta dan adanya love interest di dalam group pertemanan ini.
Disisi lain, menurut saya kedua series ini juga memiliki kelebihannya masing-masing. Friends definitely memiliki level of humor yang jauh lebih baik jika dibandingkan dengan HIMYM), Friends juga memiliki storyline yang menarik, dan betapa iconicnya series ini mulai dari tokoh, barang (pintu ungu dengan bingkai kuning misalnya), lay out apartemen, central park cafe, dan lain-lain yang pada akhirnya mampu memberikan inspirasi creator lain untuk membuat cerita seperti ini – salah satunya adalah HIMYM. Sedangkan HIMYM memiliki konsep series yang cukup unik terutama dari segi penyampaian cerita (past stories, way storytelling, bermain dengan waktu) dan HIMYM juga memiliki storyline yang juga menarik.
Namun dari segi cerita dan narasi, saya lebih banyak menemukan insight dari series HIMYM. Ini juga bisa jadi terpengaruh karena saya sendiri tumbuh dengan menyaksikan series ini dari awal sampai tamat. Saya belajar tentang masalah percintaan orang dewasa – during the process of getting to know each other, pacaran, putus, menikah, masalah keinginan punya anak sampai kesulitan memiliki anak, masalah tentang pekerjaan – jobless, finding passion, family issues, dan masalah-masalah hidup lain banyak dibahas di series ini. Dengan usia saya yang masih SMP, SMA dan kuliah saat menonton ini, banyak insight yang saya dapatkan dan ketika saya sudah bekerja seperti saat ini, saya akhirnya melihat sendiri konflik-konflik tersebut secara nyata. Tentunya dengan culture yang berbeda di timur dan barat juga menghasilkan bentuk konflik yang sedikit berbeda. Namun secara garis besar kegelisahan yang dialami seseorang di usia late 20 dan early 30 tidak akan jauh berbeda satu sama lain dimanapun mereka tinggal dan hal tersebut cukup tergambarkan dari series ini.
Jika saya bisa mempoint out beberapa hal yang menurut saya menarik tentang series ini, mungkin ada 5 hal yang ingin saya bagikan:
1. Konsep Series
Saya sudah menyebutkan sebelumnya bahwa konsep series ini dengan bentuk story telling ke masa lalu amatlah menarik perhatian saya, namun saya rasa poin tersebut mudah ditangkap oleh sebagian besar orang yang menonton series ini. Hal lain yang tidak saya sadari adalah betapa seringnya para creator dan sutradara menggunakan konsep timing. Contohnya di episode The Burning Beekeeper (Season 7, Episode 5). Satu episode betul-betul menjelaskan apa yang terjadi hanya dalam waktu 5 menit dari berbagai macam sudut pandang.

Ada juga episode Three Days of Snow (Season 4, Episode 13) dimana HIMYM menceritakan kisah 3 hari dan apa yang terjadi untuk 5 karakter ini. Penonton pun tidak menyadari bahwa cerita episode ini terbagi menjadi 3 hari, sampai akhirnya disebutkan di akhir episode.

2. Life Lesson
Saya yakin betul banyak sekali series diluar sana yang membahas tentang slice of life. Baik tentang kehidupan sekolah, perkuliahan, pekerjaan, pernikahan, keluarga dan lain-lain. Untuk HIMYM, hampir semua konflik yang dialami oleh late 20s dan early 30s diceritakan dalam beberapa episode. Salah satu episode yang paling menarik untuk poin ini adalah Robots vs Wrestlers (Season 5 Episode 22).

Episode ini menunjukan bahwa wajar jika kita merasa stuck akan kehidupan kita. Melihat orang lain seakan-akan sudah berjalan bahkan berlari jauh, sedangkan kita masih ada di posisi yang sama. Tapi, yang paling penting adalah pemahaman bahwa Life is not a competition. Semua orang memiliki timelinenya masing-masing. Kita tidak akan stuck di tempat ini selamanya, karena sesuatu yang indah dan berharga sudah menanti kita, walaupun bukan untuk saat ini.
3. Easter Eggs
Setiap series atau film pasti memiliki easter eggs yang secara tidak sengaja ataupun sengaja ditampilkan. Masih berkaitan dengan konsep waktu, menurut saya easter eggs HIMYM cukup menarik karena berhubungan satu sama lain dengan konsep timeline yang amat sangat panjang (dari saat Ted lajang hingga memiliki anak). Dari sekian banyak easter eggs yang menarik, menurut saya easter eggs yang paling legendaris adalah the yellow umbrella. Yellow umbrella muncul dari season 1 hingga season 9, dimana bermula dari payung yang ditinggalkan di sebuah club oleh Tracy, diambil secara tidak sengaja oleh Ted, ditinggalkan di apartement Tracy saat Ted berkencan dengan roomatenya, Tracy secara “ajaib” menemukan kembali payung yang selama ini hilang, sampai akhirnya mereka bertemu di stasiun kereta, di hari pernikahan Robin dan Barney. Secara storyline, untuk yellow umbrella seringkali dimunculkan, tanpa diceritakan secara terburu-buru. Penonton tetap dibuat penasaran dan bahkan tidak sabar melihat muka The Mother. Saya pribadi melihatnya sebagai pertanda bahwa bagaimana pun juga, The Mother ada diluar sana, dan bukan wanita-wanita yang saat itu bersama dengan Ted (Robin, Stella, Victoria, etc).

4. The Characters
Dari 5 main character series ini, saya bisa bilang bahwa setelah menonton ulang series ini berkali-kali, saya menyukai semua 5 karakter ini dengan segala kelebihan dan kekurangan mereka. Saya yakin setiap orang yang menonton series apapun dan menyelesaikan semua seasonnya akan merasakan hal yang sama, begitu pula dengan saya. Sosok dan karakter 5 orang ini sangat melekat di hati saya, sehingga tidak jarang saya menemukan sosok-sosok yang memiliki karakter cukup mirip dengan mereka di real life. It was quite an experience.

5. Let’s Talk about the Ending. Alternate ending and the real ending. (Might contain spoilers)
Dari sekian banyak hal yang saya senangi tentang series ini, saya perlu mengakui bahwa ending dari HIMYM pantas untuk masuk ke dalam list one of the worst endings of all time. Hal yang akan saya bahas disini mungkin berisi spoilers, tapi dengan ending buruk yang cukup booming saat itu dan series yang sudah selesai beberapa tahun yang lalu saya rasa hampir semua orang tau ending dari HIMYM.
The mother died.
Ted ended up with Robin.
Dua kalimat itu sudah cukup menggambarkan alasan mengapa saya tidak setuju akan ending yang diberikan.
Hal unik yang saya temukan juga saat menonton series ini berulang-ulang kali adalah, kini saya paham kenapa sang creator menyimpulkan bahwa the whole series adalah cerita tentang bagaimana seorang Ted Mosby amat sangat mencintai Robin. Dari 9 season yang ditayangkan, 8 season (atau mungkin mostly hampir 6 season sendiri) ceritanya tidak bergerak dari Ted dan Robin. Barney adalah selingan yang sebetulnya menyelamatkan series ini untuk ended up in the wrong way (ironinya endingnya betul-betul ke arah yang salah). Wanita-wanita yang hadir di kehidupan Ted juga menurut saya tidak ada yang ceritanya sedalam Robin. Even untuk Stella yang left him at the altar, Ted dan Robin punya sesuatu yang berbeda.
Sampai akhirnya muncul Tracy.

Tracy is great. Perfect. Bahkan at some point way to perfect untuk menjadi jodoh seorang Ted Mosby. Kehadirannya pun sebetulnya tidak terlalu tiba-tiba, karena berbagai hint dengan yellow umbrella sudah sering dimunculkan bahkan dari season pertama. Walaupun sosok aktrisnya (Cristin Milioti) baru muncul di akhir season 8 namun setidaknya clue dari Yellow Umbrella menunjukan bahwa she’s out there and you’ll meet her someday.
Dari clue tersebut pun saya sebagai penonton diyakinkan bahwa Robin is a chapter, but not the last chapter. Robin sebetulnya bisa dijadikan sosok yang membuat Ted semakin mengenal dirinya sendiri.
Hal utama yang saya kurang sukai adalah bagaimana Tracy tiba-tiba meninggal, how season 9 seems rushed dan “kosong”, di sisi lain juga terlalu “padat” namun hancur di episode terakhir. The whole season adalah tentang pernikahan Robin dan Barney yang pada akhirnya mereka bercerai di episode terakhir.
Intinya bukan hanya endingnya saja tapi the whole season 9 menurut saya mengecewakan.
Itulah yang membuat saya juga tidak merasa alternate ending membantu. Karena di alternate ending ini walaupun Ted tetap bersama Tracy, kita belum tau apakah Robin masih bersama Barney atau tetap bercerai.
Jika masih bersama, well good they’re meant to be and perfect for each other. Jika tidak, kemungkinan Robin juga masih mencintai Ted amatlah besar disini.
Terlepas dari ending yang kurang saya sukai, in overall tetap saja ini merupakan comfort series terbaik untuk saya. Sedih juga rasanya saat mengetahui HIMYM sudah tidak ada di Netflix, dan sekarang akan cukup sulit untuk mencari website atau platform legal yang menyediakan seluruh episode secara lengkap.
Kalau saya diminta mengutip best quotes dari series ini, saya akan memilih “The great moments of your life won’t necessarily be the things you do, they’ll also be the things that happen to you.” – Ted Mosby

Thank you HIMYM for the great memories.
You will always be legen..wait for it..DARY!