Pada bulan Februari 2021, saya ingat betul ada artikel yang menyebutkan bahwa Netflix akan berinvestasi sebesar $500 juta untuk Korea Selatan. Di artikel tersebut juga disebutkan beberapa judul yang akan muncul di Netflix Korea tahun ini, salah satunya adalah Squid Game.

Dari berbagai judul yang disebutkan, sejujurnya Squid Game tidak menarik perhatian saya. Saya lebih fokus kepada project yang di produseri Jung Woo Sung, series yang akan dibintangi Yoo Ah In dan juga special episode dari Kingdom series yang dirilis tahun ini.
Sampai akhirnya sekitar bulan Agustus, Netflix mengeluarkan teaser pertama dari Squid Game, yang saya baru sadar juga bahwa pemeran utamanya adalah Lee Jung Jae, aktor hebat sekaligus sahabat dari Jung Woo Sung. Saya mengikuti keduanya sejak tahun lalu, dan untuk Lee Jung Jae sendiri saya mulai tertarik semenjak menyaksikan Chief of Staff. Suara Lee Jung Jae yang khas seringkali membuat dirinya mendapatkan peran dengan sosok yang berwibawa atau punya kuasa, seperti di Along with The Gods atau Chief of Staff. Uniknya di Squid Game ini justru Lee Jung Jae menjadi sosok yang cukup desperate akan kehidupan keuangan serta keluarganya. Berperan menjadi orang baik yang apa adanya di Squid Game, seketika menghilangkan image Lee Jung Jae yang powerful dan karismatik.
Kehadiran Lee Jung Jae sebagai main lead membuat saya menantikan series ini. Hari pertama series ini muncul di Netflix, saya langsung menghabiskan 9 episode in 1 go. Squid Game sendiri menceritakan tentang sebuah permainan misterius (dari segi lokasi, penyelenggara, dsb) yang diikuti oleh orang-orang dengan masalah keuangan, dan pada akhirnya akan memenangkan uang dengan jumlah besar jika memenangkan serangkaian permainan ini.
Menurut saya, secara konsep cerita betul kata sebagian besar orang memang Squid Game cukup mirip dengan Alice in Borderland. Pada dasarnya menggunakan aspek permainan untuk bertahan hidup. Tapi kalau yang saya lihat Squid Game cerita dan latar belakang karakternya sangatlah menarik. Kehadiran Wi Ha Joon sebagai impostor yang mencari kebeneran juga seakan melipatgandakan ketegangan yang ada.
Salah satu inti cerita pun mengingatkan saya kepada Sweet Home, salah satu series Netflix Korea yang juga cukup booming di akhir tahun kemarin. Dalam Sweet Home ditekankan bahwa mau semenakutkan apa monster yang kita temui, tidak ada yang bisa mengalahkan seramnya pikiran jahat manusia itu sendiri.
Hal ini terlihat dari Squid Games dimana berkali-kali sisi kemanusiaan para peserta diuji dalam berbagai situasi, namun akhirnya dikalahkan oleh ego mereka terutama keinginan mereka untuk mendapatkan uang yang sebesar-besarnya.
Secara keseluruhan saya menikmati series ini. Memang diakhir kita disuguhkan ending yang tidak terlalu clear namun saya rasa itu tipikal series Netflix yang memang seringkali merencanakan season baru tanpa info apa-apa sebelumnya. Kalaupun memang tidak dilanjutkan menurut saya ending yang digunakan masih bisa diterima dengan baik. Namun tentunya akan menjadi open ending.
Hal lain yang menjadi perhatian saya adalah visual atau cinematography dari series ini. Bentuk production set, warna-warna pastel yang digunakan, pengambilan gambar yang cantik, ditambah dengan cerita yang dark serta musik yang menenangkan sekaligus menegangkan (beberapa kali lagu Frank Sinatra digunakan dan original score dari series ini dibuat oleh Jung Jae Il – Parasite) membuat saya sebagai penonton merasa bahwa emosi dan perasaan saya seakan dicampuradukan. Scene dengan warna cerah, boneka yang lucu, dipadukan dengan pembunuhan massal dan darah berceceran dimana-mana seringkali muncul sepanjang series ini.


Selain cerita, cinematography dan production set, hal yang saya sukai adalah para aktor dan aktris yang berperan di series ini. Entah mengapa saya merasa bahwa aktor yang ada di Squid Game betul betul bisa membuktikan betapa versatilenya mereka sebagai aktor karena memang banyak peran dengan karakter yang sangat berbeda (bahkan melekat) di project-project sebelumnya. Contohnya seperti Park Hae Soo, yang imagenya sebagai pemain baseball bermuka datar amat sangat melekat dari Prison Playbook, kini berhasil memerankan karakter yang juga memiliki plot twist didalamnya. Ada juga Wi Ha Joon yang sebelumnya sering kali mendapatkan pemeran supporting di drama kini mendapatkan peran main lead yang sangat heroik dimana sebelumnya Wi Ha Joon betul-betul mengerikan di Midnight namun sangat lovable di 18 Again & Something in the Rain.
Overall saya rasa Squid Game memenuhi syarat standar Netflix, yakni menjadi series yang cocok untuk binge watching. Menghabiskan semua episode in 1 go bukan hal yang sulit untuk series ini. Walaupun endingnya tidak terlalu menjawab pertanyaan, tapi tipikal Netflix series, saya rasa seharusnya kemungkinan untuk next season (apalagi melihat betapa hypenya series ini) masih bisa direalisasikan.
Bonus: salut dengan mereka yang all out untuk promosi Squid Game! Just look at this beautiful set (source: credit at pic)

